Selasa, 28 Februari 2017

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA




Mata pelajaran kimia sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena materi kimia merupakan materi yang bersifat abstrak. Sebagian besar ilmu kimia merupakan ilmu percobaan dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari penelitian di laboratorium (Chang, 2003). Belajar kimia pada dasarnya berangkat dari fakta yang ditemukan menuju konsep mikroskopik dan submikroskopik yang kemudian disimbolkan. Sehingga siswa cenderung lebih sulit memahami konsep mikroskopik dan submikroskopik tersebut. Sehingga perlu dikembangkan alat bantu berupa media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari fakta (makroskpik) menuju konsep abstrak (mikroskopik dan sub mikroskopik).

Pembelajaran kimia pada umumnya hanya terbatas pada penggunaan bahan ajar berupa buku teks dan LKS sehingga siswa kurang dapat memahami konsep mikroskopik. Lemahnya interaksi antara guru dengan siswa serta kecepatan belajar siswa yang seringkali dianggap sama juga merupakan kendala dalam pembelajaran kimia, maka dari itu usaha-usaha peningkatan kualitas pembelajaran kimia saat ini terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran. Peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan siswa dalam menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi dengan tidak meninggalkan faktor pemahaman dan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran kimia. Teknologi informasi dan komunikasi seharusnya menjadi alat sehari-hari dalam kegiatan belajar dan membelajarkan (Sitepu, 2008). Salah satu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi adalah pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran yang disebut dengan e-learning. E-learning dapat diimplemantasikan dengan menggunakan alternatif tools yang disebut dengan LMS (Learning Management System).

E-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi, komunikasi dan informasi khususnya internet (Kwartolo, 2010). Sedangkan menurut Hartley (2001), e-learning merupakan jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan komputer lain. Secara umum e-learning mampu menyajikan pengalaman belajar yang bermakna melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. E-learning memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara siswa dengan tenaga pengajar dan narasumber ahli, meningkatkan kolaborasi antar siswa untuk membentuk komunitas belajar, mendorong siswa untuk secara mandiri mencari sumber belajar dan mencapai makna, memberikan akses keapada beragam sumber belajar (Pannen, 2005). Komunikasi dalam e-learning dilaksanakan dengan dua cara yaitu secara langsung (synchronous training) dan tidak langsung (asynchronous training). Menurut Susanti dan Sholeh (2008), synchronous training adalah tipe proses kegiatan belajar mengajar yang terjadi bersamaan, sedangkan asynchronous training adalah tipe pelatihan dimana proses pembelajaranan tidak terjadi pada waktu yang bersamaan. Contoh synchronous training terjadi pada saat kegiatan chat dan forum diskusi dimana guru dan siswa melakukan kegiatan online pada saat bersamaan dan terjadi interaksi. Sedangkan contoh kegiatan asynchronous training adalah ketika siswa belajar dan mengajukan pertanyaan dalam e-learning, akan tetapi guru tidak menjawab pada saat yang bersamaan. Namun, terdapat beberapa kelemahan e-learning yaitu e-learning membutuhkan dukungan jaringan yang tepat dan stabil, banyak guru yang belum siap menggunakan e-learning dan memanfaatkan internet dalam proses pembelajaran, serta keterbatasan jumlah computer yang dimiliki siswa juga dapat menghambat penggunaan e-learning.


Langkah-langkah Penyusunan Program Sistem Pembelajaran Berbasis E-Learning

a. Perencanaan Awal
1. Mengidentifikasi tujuan, kebutuhan dan masalah yang muncul dalam pembelajaran.
2. Analisis karakteristik siswa yang akan menggunakan dan pelajari materi yang akan dikembangkan.
3. Mempertimbangkan strategi pembelajaran.

b. Menyiapkan Materi
1. Menguasai materi dan metodologi pengajaran.
2. Menguasai prosedur pengembangan media.
3. Menguasai teknik pemograman komputer.
4. Mengetahui keterbatasan komputer.

c. Mendesain Paket Program Pembelajaran
Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah memperkenalkan materi baru untuk melengkapi atau menguatkan pelajaran yang telah berlangsung dengan media lain.

d. Menvalidasi Paket Program Pembelajaran
Memvalidasi paket program membuktikan validitasnya secara empiris lewat uji lapangan pada paket program yang dikembangkan. Paket program diuji-cobakan dengan memilih sampel yang representatif. Program pembelajaran perlu memperhatikan:
1.Kebenaran bahan ajar.
2. Ketepatan antara program dengan populasi pengguna.
3. Kesederhanaan program.
4. Efisiensi penggunaannya.
5. Reliabilitas

Apabila dibandingkan pendidikan konvensional, dalam prosesnya e-learning sebagai media distance learning menciptakan paradigma baru, yakni peran guru yang lebih bersifat “fasilitator” dan siswa sebagai “peserta aktif” dalam proses belajar-mengajar. Karena itu, guru dituntut untuk menciptakan teknik mengajar yang baik, menyajikan bahan ajar yang menarik, sementara siswa dituntut untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar. Namun dalam banyak kenyataan, jarang sekali ditemui distance learning yang seluruh proses belajar-mengajarnya dilaksanakan dengan e-learning atau online learning. E-learning hanyalah sebagai media penunjang pendidikan dan bukan sebagai media pengganti pendidikan.



21 komentar:

  1. Assalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah, saya ingin bertanya tentang postingan anda. menurut anda apa kelebihan dan kekurangan dari E-Learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saudara frandi, untuk kelebihan dan kelemahan dapat dilihat jawabannya dalam komentar saudari lutfiatun. Dan untuk meminimalisir kelemahannya dapat dilihat pada komentar saudara chrisyanto.

      Hapus
  2. saya menambahkan ,
    didalam penggunaan e-learning pati akan ada kegagalan .

    Sementara itu untuk menghindari kegagalan e-learning, program-program yang perlu dikembangkan berkaitan dengan kebutuhan pengguna khususnya mahasiswa antara lain :

    ¨ Berkaitan dengan informasi tentang unit-unit terkait dengan proses pembelajaran : tujuan dan sasaran, silabus, metode pengajaran, jadwal kuliah, tugas, jadwal dosen, daftar referensi atau bahan bacaan dan kontak pengajar

    ¨ Kemudahan akses ke sumber referensi : diktat dan catatan kuliah, bahan presentasi, contoh uian yang lalu, FAQ (frequently ask question), sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas, situs-situs bermanfaat dan artikel-artikel dalam jurnal online

    ¨ Komunikasi dalam kelas : forum diskusi online, mailing list diskusi, papan pengumuman yang menyediakan informasi (perubahan jadwal kuliah, informasi tugas dan batas waktu pengumpulannya

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih saudara chrisyanto. Sangat membantu.

      Hapus
  3. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari saudara frandi mardiansyah :

    kelebihan e-learning :
    a. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
    b. Pengajar dan siswa dapat menggunakan bahan ajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet.
    c. Siswa dapat belajar (me-review) bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
    d. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.
    e. Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
    f. Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif.

    kekurangan e-learning :
    a. Kurangnya interaksi antara pengajar dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri, bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.
    b. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong aspek bisnis atau komersial.
    c. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
    d. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology).
    e. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
    f. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer).
    g. Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal internet.
    h. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih saudari lutfiatun. sangat membantu.

      Hapus
  4. assalamualaikum wr wb, saudari sheira saya ingin bertanya bagaimana mengatasi permasalahan dalam pembelajaran berbasis e-learning yang mana setiap sekolah Tidak semua tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer),?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mencoba menjawab. Jika kondisi yang dihadapi sangat sulit seperti itu, sebaiknya dilakukan pembelajaran tatap muka di kelas saja. Karena jika dipaksa untuk menerapkan e-learning akan menyulitkan siswa serta gurunya.

      Hapus
  5. Apabila langkah-langkah dalam proses pembelajaran e-learning tidak di laksanakan apa dampak yang terjadi? Apakah mempengaruhi proses pembelajaran e-learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mencoba menjawab. Jika salah satu langkah tidak dilaksanakan makan akan mempengaruhi proses pembelajaran. Karena langakh tersebut diadakan untuk mempermudah dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning itu sendiri.

      Hapus
  6. Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran dosen dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia. Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.
    1. E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
    2. E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawabtantangan perkembangan globalisasi.
    3. E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
    4. Kapasitas mahasiswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akanlebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih saudari windi. Sangat membantu.

      Hapus
  7. assalamualaikum wr wb,saya ingin menambahkan kekurangan dari e-learning yaitu kurangnya interaksi antara guru dan siswa

    BalasHapus
  8. Bagaimanakah cara kita mengatasi masalah peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran, jika pembelajaran yang digunakan model fully online e-learning

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya akan mencoba menjawab. Kita dapat menjadi motivator siswa tersebut untuk belajar. Kita harus selalu mengajaknya untuk belajar. Jika dirasa hal tersebut kurang efektif, kita dapat memberikan surat peringatan.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. assalammualikum saya ingin menambahan sedikit pada e-learning ini kita tidak bisa menguasai materi dan yang ada melainkan membuat siswa tambah bingung terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih saudari silmi atas penambahan materinya.

      Hapus
  11. saya ingin menambahkan dari materi yang telah saudari posting, yaitu :

    Keunggulan e-learning
    E-learning dapat dengan cepat diterima dan kemudian diadopsi adalah karena memiliki kelebihan/keunggulan sebagai berikut (Effendi, 2005) :
    a. Pengurangan biaya
    b. Fleksibilitas. Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama terhubung dengan internet.
    c. Personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka.
    d. Standarisasi. Dengan e-learning mengatasi adanya perbedaan yang berasal dari guru, seperti : cara mengajarnya, materi dan penguasaan materi yang berbeda, sehingga memberikan standar kualitas yang lebih konsisten.
    e. Efektivitas. Suatu studi oleh J.D Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi dan aplikasi dari pelajaran melalui metode e-learning meningkat sebanyak 25 % dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisional
    f. Kecepatan. Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat, karena pelajaran tersebut dapat dengan cepat disampaikan melalui internet.

    Kendala-kendala e-learning
    Kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning, yaitu (Effendi, 2005) :
    a. Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.
    b. Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer.
    c. Teknologi dan infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal, dan teknologi yang tepat.
    d. Desain materi. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.

    Kekurangan E-Learning
    Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan
    learning (belajar), maka system ini juga mempunyai kekurangan, antara lain :
    1. Bagi orang yang gagap teknologi, system ini belum bisa diterapkan.
    2. Keterbatasan jumlah computer yang dimiliki oleh sekolah juga menghambat
    pelaksanaan e-learning.
    3. Kehadiran guru sebagai makhluk yang dapat berinteraksi secara langsung dengan
    para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini.
    Kelemahan lain dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep.
    Pembelajaran dengan menggunakan e-learning juga harus membutuhkan jaringan internet untuk pembelajaran jarak jauh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih saudari dea atas penambahannya. Sangat bermanfaat.

      Hapus